Ikuti Blog Ini

Thursday, March 12, 2009

Menangis Kerana Takut Kepada Allah SWT.



Foto di atas ada kaitan ke?? ntah le!!

Telah berkata Abul Laits r.a:”Sesungguhnya Allah swt mempunyai malaikat-malaikat dilangit tujuh bersujud sejak Allah swt menciptakan mereka sampai hari kiamat.Mereka takut menderhakai Allah swt.

Ketika”Demikian inilah yang tersebut dalam firman Allah:Ertinya:”Mereka itu(malaikat) takut kepada Tuhan di atas mereka memperbuat apa-apa yang disuruh”.(An-Nahl 50

Rasulullah saw:”Ketika tubuh seseorang bergetar kerana takut kepada Allah,maka bergugurlah dosanya bagaikan dedaunan jatuh dari pohonya”.

Rasulullah saw:”Sesungguhnya Allah telah berkata:”Aku tidak mengumpulkan pada hambaku dua ketakutan dan dua keamanan.Barangsiapa takut kepadaku di dunia,Aku akan amankan di akhirat,dan barangsiapa(merasa aman dariku di dunia,aku akan takutkan dia di akhirat.


Allah swt berfirman:ertinya,”Maka janganlah kamu takut kepada manusia dan takutlah kepadaku”.(Al-Maidah 44).

Allah swt berfirman:ertinya,”Janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepadaku”.(Ali Imran 175).

Pernah suatu ketika Hadrat Umar r.a jatuh pengsan,tatkala mendengar ayat al-quran dibaca.Kemudian dia mengambil sepotong kayu sambil berkata:”Sekiranya aku menjadi kayu,tidaklah aku menjadi seperti ini.Dan jika ibuku tidak melahirkanku.”Beliau menangis teresak-esak.Air matanya mengalir membasahi pipinya,sehinggakan pada mukanya ada dua garis hitam bekas air matanya.

Rasulullah saw bersabda.”Api (nereka tidak akan menjilat orang yang pernah menangis kerana takut kepada Allah swt,sehingga air susu kembali ke buah dada”.

Di ceritakan daripada Hadrat Muhammad bin Muzir r.a,manakala menangis,beliau mengusapkan air matanya ke muka dan janggutnya sambil berkata:”Telah aku dengar bahawa api nereka tidak akan menjilat muka manusia yang basah oleh air mata.

Nabi saw bersabda:”Ketika telah masuk ahli syurga,mereka disambut oleh para malaikat dengan segala kebaikan dan kenikmatan.Dipersilakan untuk mereka singgah sana permaidani indah.Disajikan untuk mereka segala rupa makanan mereka dan minuman yang lazat.Oleh itu,mereka menjadi kehairanan.Kemudian Allah berfirman:”Wahai hamba-hambaku mengapakah engkau hairan?Ini bukan tempat untuk merasa hairan.”Mereka menjawab,”Janji untuk kami telah tiba waktunya”.Kemudian Allah berfirman kepada malaikat,”Bukalah tabir daripada muka mereka.”Malaikat menjawab,”wahai Tuhanku,bagaimana mereka dapat melihat engkau?Sedangkan mereka itu derhaka.”Allah berfirman lagi,”Bukakan tabir!Sesungguhnya mereka memalukan muka mereka kerana aku,bersujud dan menangis di dunia kerana agamaku dan mereka menangis kerana ingin berjumpa dengan aku”.Lalu malaikat membukakan tabir.Sehingga mereka dapat melihat.Maka segera mereka bersujud kepada Allah,tetapi Allah berfirman:”Angkatlah kepalamu,ini bukan tempat untuk beramal,melainkan tempat kemulian.Kemudian mereka nampak Allah swt dengan tanpa kafiyah.Allah swt berkata kepada mereka:”Salam sejahtera bagi engkau wahai hamba-hambaku.Aku redha kepadamu.Apakah engkau telah redha kepadaku?”.Mereka menjawab:”Bagaimana kami tidak rela wahai Tuhan kami,engkau telah memberi kami seseuatu yang belum pernah terlihat oleh mata,belum pernah terdengar oleh telinga bahkan belum pernah terlintas dalam hati manusia(Zahrir Riyadh).”

Inilah yang dimaksudkan firman Allah swt:
Ertinya:”Allah redha kepada mereka dan mereka pun redha kepadaNya.”(Al-Baiyinah 8)

Dan firman Allah yang berbunyi
Ertinya:”(Dan ucapan)selamat perkataan daripada Tuhan yang Pengasih”.(Yassin 58)

*Nota penting,doa pada penulis yang ingin pergi belajar agama di India,Pakistan dan Bangladesh pada tahun hadapan awal bulan Jun(InsyaAllah) selepas tamat belajar ilmu kedunian”Ya Allah.englau pilihlah penulis ini untuk pergi ke India,Pakistan dan Bangladesh pada tahun hadapan.Amin

Semoga Allah ,memberikan taufik pada kita untuk amal dan sampaikan.

Wednesday, March 11, 2009

Takut Pada Allah SWT



Foto sekadar hiasan!!

Tersebut dalam sebuah hadis,sabdaan Nabi saw”Sesungguhnya Allah menciptakan malaikat,sayapnya yang sebelah mencapai bumi bahagian timur dan yang sebelah lagi mencapai bahagian barat.Kepalanya di bawah arasy dan kakinya didasar bumi ketujuh.Ketika umatku(lelaki @wanita) selawat kepadaku,maka Allah perintahkan Malaikat itu agar menyelam ke dalam lautan dari nur di bawah arasy.Kemudian malaikat itu keluar dan mengibaskan sayapnya sehingga setiap bulu menitiskan setitis nur.Daripada setiap titisan itu ,Allah jadikan satu malaikat yang akan mohon keampunan bagi orang tersebut sampai hari kiamat”.(Mukasyafah al-qulub)

Tanda-tanda takut pada Allah ada beberapa perkara:

1.Gunakan lisannya untuk cerita kebesaran Allah,zikir,baca al-quran dan muzakarah ilmu.

2.Pada hatinya hilang sifat sombong,kedengkian,takabur,hasad dan sebagainya.Rasulallah saw bersabda:”Hasad itu dapat memakan kebaikan sebagaimana api membakar kayu.”

3.Pada pandangannya,tidak guna pada makanan,minuman,pakaian atau hal-hal yang haram dan tidak terpikat dengan dunia.Rasulullah saw bersabda”barangsiapa yang memenuhi matanya dengan perkara yang haram,maka Allah akan memenuhi matanya dengan api neraka pada hari kiamat kelak".

4.Pada perutnya tidak diisi dengan yang haram.Rasulullah saw”Manakala sesuap daripada barang haram ke perut seseorang,maka seluruh malaikat di langit dan di bumi melaknatinya selama sesuai atau seteguk barang itu berada di dalam perutnya.Jika di mati dalam keadaan demikian,maka tempatnya di neraka”.

5.Pada kedua tangannya,tidak guna pada perkara yang haram.Dirawikan daripada Kaab Akhbar r.a”Sesungguhnya Allah telah menciptakan bangunan dari zabarjud hijau.Di dalamnya terdapat tujuh puluh ribu aula.Setiap aula ada tujuh puluh ribu pondok.Tidak ada orang yang boleh masuk ke situ,kecuali orang yang ditawarkan benda yang haram.tetapi dia menolaknya kerana takut pada Allah”.


Barangsiapa yang ada ke semua perkara di atas,maka dia termasuk dalam kategori orang yang dikatakan oleh Allah swt:Ertinya.”Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa dalam kebun-kebun dan mata air(surga).” (Al-Hijr:45)

*Nota penting,doa pada penulis yang ingin pergi belajar agama di India,Pakistan dan Bangladesh pada tahun hadapan awal bulan Jun(InsyaAllah) selepas tamat belajar ilmu kedunian”Ya Allah.englau pilihlah penulis ini untuk pergi ke India,Pakistan dan Bangladesh pada tahun hadapan.Amin

Semoga Allah ,memberikan taufik pada kita untuk amal da sampaikan.

Monday, March 9, 2009

Dasyatnya Saat Sakaratul Maut




Perkarangan kubur di Marhalah penulis..!!

Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang tuan-tuan tangisi boleh berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada tuan-tuan, nescaya tuan-tuan akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri tuan-tuan sendiri”. (Imam Ghazali mengutip atsar Al-Hasan).

Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an :

1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan risiko-risiko kematian.
Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)

2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kukuh atau berlindung di sebalik teknologi kedoktoran yang canggih serta ratusan doktor terbaik yang ada di muka bumi ini.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, meskipun pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kukuh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:7 8)

3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS al-Jumu’ah, 62: 8)

4. Kematian datang secara tiba-tiba.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)

5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)

Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut

Sabda Rasulullah SAW : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)

Sabda Rasulullah SAW : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menucuk di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bahagian kain sutera yang terobek ?” (HR Bukhari)

Pendapat para sahabat Rasulullah SAW .

Ka’b al-Ahbar r.a berpendapat : “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itu pun membawa semua bahagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa itu”.

Imam Ghazali rah, berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut meruntum jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bahagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerai-ceraikan dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.

Imam Ghazali rah juga mengambil satu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka boleh mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang wanita yang muncul dari salah satu kuburan. “Wahai manusia !”, kata wanita tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.”

Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeza untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran masa seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang.

Rasa sakit sakaratul maut akan di alami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkatan rasa sakit, ini tidak berkait dengan tingkatan keimanan atau kezaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak.

Demikianlah perancangan Allah. Wallahu a’lam bis shawab.

Sakaratul Maut Orang-orang Zalim

Imam Ghazali mengambil satu riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran rupa Malaikatul Maut sebagai seorang lelaki bertubuh besar berkulit gelap, rambut menegak, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pengsan tidak sadarkan diri. Setelah sedar Ibrahim as pun berkata bahawa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari semua itu.

Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! “ Ketika itulah orang itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.

Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”.

Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan seksa neraka”. Naudzu bila min dzalik!

Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa

Sebaliknya Imam Ghazali mengatakan bahawa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda yang tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)

Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.

Nota penting:Doa kepada penulis yang ingin keluar 4 bulan untuk belajar agama di India,Pakistan dan Bangladesh pada awal Jun 2010..(lepas belajar ilmu dunia)

Semoga Allah memberikan taufik untuk kita amal dan sampaikan.

Saturday, March 7, 2009

Dunia bagaikan 'wanita tua' .


peta dunia!

Dalam peristiwa Isra' Mikraj, Rasulullah telah melihat gambaran dunia seperti wanita tua yang sedang memakai perhiasan. Wanita tua ini masih cantik dengan solekan, dandanan dan perhiasannya. Tetapi, dalam tubuhnya sudah bersarang pelbagai penyakit sejak lama.

Dunia ini bagaikan ibu tunggal, wanita tua yang pernah jelita digilai pemuda ketika masa muda-muda dahulu. Dia mungkin sedang terbaring nazak, sambil memerhatikan gelagat insan yang masih gila berperang di hujung nyawanya. Dunia atau wanita jelita ini menjadi semakin tua lantaran karenah anak-anaknya yang sentiasa bersengketa!

Dunia ini diwariskan kepada manusia untuk menjaganya. Disebutkan di dalam al-Qur'an: "Aku (Allah) ingin menciptakan atas bumi ini seorang Khalifah." Lihat bagaimana Allah meletak diriNya sebagai pihak pertama, dunia pihak kedua dan manusia pihak ketiga.

Jadi, siapa yang paling hampir dan rapat kepada Allah antara bumi dan manusia? Kita dapat merumuskan pendirian bahawa bumi itulah yang paling dekat kepadaNya berbanding manusia itu sendiri. Sejauh manakah kita memelihara dunia yang dilihat Rasulullah sebagai wanita tua ini?

Adakah kita memeliharanya sebagai isteri tercinta, atau wanita pelacur, wanita simpanan dan wanita jalang? Prof Dr Syed Hossein Nasr dalam sebuah karyanya yang pernah saya baca menyebutkan manusia hari ini menggunakan dunia serta sumbernya seperti melayan seorang pelacur dan bukannya isteri.

Seorang suami akan menjaganya setelah menikmati isterinya. Tapi, dunia hari ini telah dinilai sebagai wanita lacur di mana khazanahnya dipunggah untuk dinikmati dan hampas kekotoran telah disepahkan tanpa tanggungjawab.

Demikian 'hebatnya' manusia! Setiap perlakuan manusia yang buruk dapat menyebabkan porak-poranda di dunia ini. Kali terakhir nazaknya berakhir dengan kiamat di mana dunia tidak lagi dapat menanggung segala kebejatan akhlak yang timbul akibat perang manusia.

Jika manusia sakit, maka doktor, tabib, pawang dan dukun itulah yang dirujukkan sebagai sandaran penawarnya. Tetapi, jika alam buana ini menderita kesakitan, kepada siapa yang kita majukan pertolongan, bantuan dan pengharapan?

Siapakah doktor, tabib, dukun dan pawang yang dapat menyembuhkan derita sekali gus merawar 'kesihatan dunia kini?

'Rawatan alternatif' kepada dunia?

kita percaya bahawa alam ini punya roh tersendiri yang menghidupkan dan apabila ia pergi, maka kering dan gersanglah di sesebuah bumi itu dan apabila ia meninggalkan keseluruhan bumi, maka tamatlah usia bumi ini. Peristiwa ini dikenali sebagai kiamat.

Insan jahat (penghuni neraka) bagaikan virus dan bakteria yang akan berperang bersama insan kamil (ahli syurga) seumpama antibiotik dalam tubuh kita. Maka, bumi telah bersedia untuk mogok dan berpiket menantikan saat itu.

Adapun punca kenapa dunia ini bergolak adalah kerana penghuni neraka dan syurga telah berkongsi hidup yang sama di dunia ini. Sebab itu di akhirat nanti mereka akan dipisahkan antara syurga dan neraka sekali gus akan menghalang mereka daripada bertembung.

Dunia oh dunia! Dunia ini akan selamat dan berjaya diselamatkan oleh mereka yang kuat dan ikhlas bernafas, jujur menjalani kehidupannya sebagai insan kami manusia sempurna. Dunia bergolak bukan kerana ia didiami oleh haiwan, tapi ia hancur kerana perutnya telah melahirkan manusia berperangai haiwan. Bukan salah ibu mengandung.

Semoga Allah beri taufik untuk kita amal dan sampaikan.

Mengapa umat Islam diuji dengan pelbagai ujian?



Sifat utama Umat hari ini adalah seperti yang didedahkan oleh al-Quran iaitu mengajak manusia seluruhnya untuk melakukan perkara-perkara yang baik (makruf) dan meninggalkan perkara-perkara haram(mungkar) yang ditegah oleh agama Islam, ia bertujuan tidak lain agar mereka menjadi umat yang berjaya di dunia dan akhirat, Allah swt berfirman " : Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari perkara mungkar, mereka itulah orang-orang yang berjaya.(Ali Imran ayat 104)

Allahswt berfirman "Dia lah Yang telah mentakdirkan adanya mati dan hidup (kamu) - untuk menguji dan menzahirkan keadaan kamu: siapakah di antara kamu Yang lebih baik amalnya; dan ia Maha Kuasa (membalas amal kamu), lagi Maha Pengampun, (bagi orang-orang Yang bertaubat)"; (lihat ayat 2 surah al-Mulk ayat 2)

Allah swt telah memberi ujian kepada manusia,kerana Allah swt hendak melihat ketika sedang diuji,adakah manusia tersebut menuju kepada Allah swt ataupun tidak.Ujian demi ujian diberikan oleh Allah swt adalah untuk menyedarkan kembali umat ini ataupun Allah swt ingin menjadikan ujian tersebut sebagai asbab pengampun dosa-dosa umat ini.

Nabi saw bersabda"Seseorang lelaki ada baginya satu darjat di sisi Allah yang dia tidak akan mencapainya dengan amal tetapi hanya akan mencapainya dengan ujian yang menimpa ke atas tubuh badannya.” (Abu Daud)

Nabi saw bersabda"Tidak ada satu pun musibah yang menimpa ke atas seseorang Muslim, sama ada kepenatan, sakit yang kronik, kerisauan, kesedihan, sebarang kesakitan & kemurungan, sehingga duri yang terkena di badannya, melainkan ia akan menjadi kifarat baginya dari dosa2.” (al-Bukhari)

Jesturu itu,umat hari perlu sedar kembali akan maksud tujuan kedatangan mereka ke dunia ini,dengan umat ini memohon taubat kembali kepada Allah swt,maka kemurkaan Allah swt akan berkurangan dan akan tukarkan keburukan umat ini kepada kebaikan.

Allah swt berfirman"Dan apa jua yang menimpa kamu dari sesuatu kesusahan (atau bala bencana) maka ia adalah disebabkan oleh apa yang kamu lakukan (perbuatan salah dan berdosa) dan (dalam pada itu) Allah memaafkan sebahagian daripada dosa kamu." (Surah Asy-Syura: ayat 30).
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Telah Link Blog Ini