Ikuti Blog Ini

Saturday, November 17, 2012

Terbelahnya Sungai Dajlah


                                             Sungai Dajlah luas saujana memandang

Ditakhrijkan oleh Abu Nu'aim dari Abu Bakar bin Hafs bin 'Umar, dia berkata, "Salman Al-Farisi dan Saad r.hu berjalan berkumpulan dan kemudianya Saad r.hu berkata, "Hasbunallah Sungguh Allah akan menolong wali-wali Nya dan Allah menyebarkan agamanya ini dan Allah swt akan mengalahkan musuh-Nya, jika di dalam jemaah ini tidak ada kefasadan  atau dosa maka Jemaah ini akan mendapatkan hasanah(kebaikan) dan nusrah (pertolongan).,dan kemudian Salman r.hu  berkata,bahawa” Sungguh Islam ini baru, Allah SWT akan menundukkan sungai ini (Dajlah) sebagaimana Allah SWT telah menundukkan bumi (daratan) kepada kita, demi Allah yang diri Salman berada di dalam genggamanNya.

Lalu sungai Dajlah telah terbelah sehingga tidak nampak air sedikitpun di bahagian yang terbelah itu dan Jemaah kaum  Muslim ketika melaluinya mereka berbicara lebih banyak dibandingkan ketika mereka di daratan (menunjukkan mereka dalam keadaan yang tidak ada rasa takut dan dalam keadaan tenang). Jemaah kaum  Muslim yang berkelompok kelompok keluar darinya sebagaimana mereka masuk kedalam Sungai Dajlah. Mereka keluar dari sungai itu sama sebagaimana sumpah Salman r.hu. Mereka tidak kehilangan sesuatu apa pun dan tidak ada seorang pun dari mereka yang mati lemas (tenggelam).(Ad-Dalaail, 209)


Ditakhrijkan oleh Ibnu Jarir dari 'Umar Ash Shaidy, dia berkata, "apabila Saad r.hu dan orang-orang Islam masuk ke dalam sungai Dajlah dengan berjemaah,maka  Salman r.hu  berjalan bersama-sama  dengan Saad r.hu  mereka berjalan di atas air.Maka  Saad r.hu telah  berkata, ذَٲلِكَ تَقۡدِيرُ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡعَلِيمِ”(pent- itu adalah takdir Tuhan Yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengetahui) (Yaasin:38), dan apabila air sungai itu semakin meninggi, maka kuda-kuda mereka juga naik, (para sahabat dapat merasakan) kuda-kuda itu dalam keadaan tenang sebagaimana di daratan. Di Madain tidak pernah terjadi hal seperti ini maka hari itu disebut Yaum al-Maa' (hari air) dan mereka panggil juga hari itu sebagai Yaum al-Jaratsim (hari tempat-tempat yang tinggi).(Tarikh Ibnu Jarir, 3:122)
Pemandangan Sungai Dajlah dari atas satu jambatan.

Abu Nu'aim mentakhrijkan dari 'Umar Ash Shaidy sama seperti yang lain yang disampaikan kecuali tidak ada dikawasan Madain kejadian perkara ajaib ini dan kerana itu hari tersebut dipanggil sebagai “ Yaum al-Jaratsim”. Tidak ada satu orang pun daripada mereka pada  hari itu kecuali berada dalam keadaan gembira. (Ad-Dalaail, 29)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Telah Link Blog Ini